Mengacu pada nilai-nilai agama Islam (Nilai Religius) dengan menjadikan Core Values pendidikan meneladani Akhlak Rasulullah SAW (SATF).
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
— QS. Al-Ahzab Ayat 21Pemberian Contoh dan Keteladanan
Sebagai konsep strategis menjawab tantangan Pembangunan Milenium (MDGs) dan agenda pendidikan nasional, kami meyakini bahwa cermin dan model dalam pembentukan kepribadian seorang muslim adalah ketauladanan Rasulullah SAW yang mampu mengekspresikan kebenaran, kebajikan, kelurusan, dan ketinggian akhlak.
Sifat dasar Rasulullah yang wajib diteladani untuk membentuk kepribadian Insan Sakinah yang tangguh.
Membangun sifat dasar Rasulullah (Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah) melalui dua kerangka utama.
Memberikan pengetahuan agar santri memiliki wawasan yang baik tentang sifat mulia Rasulullah. Konsep dasar ini dilakukan secara berkelanjutan mulai dari jenjang TAUD SaQu, RA, MI, MTs hingga MA.
Agar pengetahuan menjadi pembiasaan yang dijiwai dengan baik. Dilakukan melalui projek kebaikan dan pelatihan berjenjang minimal 1 semester sekali yang diakhiri dengan Pesantren Kelulusan.
Pembiasaan Ibadah Shalat Berjamaah menjadi penilaian keberhasilan. Evaluasi kompetensi santri khusus Bab Thoharoh dan Shalat dilakukan setiap semester mengacu pada Buku Bimbingan Praktek Ibadah mandiri.
Pembiasaan ibadah rutin pada setiap Shalat Dhuha yang dilanjutkan dengan Dzikir Asmaul Husna serta Tausiah tematik yang mengambil inspirasi dari Asmaul Husna setiap harinya.
Sebagai jaminan mutu keberlanjutan karakter, setiap santri baru pada level tertentu diwajibkan mengikuti matrikulasi materi pendidikan karakter berbasis SATF selama satu semester.